Selasa, 27 November 2018

BPN 30 Day Blog Challenge #8 : 5 Barang yang selalu ada di tas

Hallo guys, udah hari ke 9 di BPN 30 Day Blog Challenge nih, hari ini temanya adalah iyuups, seperti judulnya yaitu 5 barang yang selalu ada di tas aku. Nah tas aku ini yang sering aku pakai waktu kuliah. Tas aku adalah kliping berwarna coklat. Terdapat 4 resleting dengan tempat botol kanan dan kiri. Kecewanya tas ini gak ada mantel, dan kalo kena air langsung ngeresap. But, i like it.


Aku adalah anak teknik, Pendidikan Informatika tepatnya. Bawaannya laptop terus. Jadi nggak bisa bawa totebag kalau kuliah. Apalagi pakek tas kecil2 trus cuma bawa buku. Bukan the real anak teknik rasanya. Oke, simak berikut ini ya 5 barang yang selalu ada di tas aku.

1. Laptop
Of course, laptop ini untuk menunjang aktifitas kuliahku. Praktik selalu menggunakan laptop. Jadi laptop menjadi barang yang sangat penting yang harus dibawa dan tidak boleh ditinggalkan. Kecuali ngampusnya gak butuh laptop. But mostly, it's needed. Bikin laporan, kode program, dll. Tentunya laptop ini sama chargernya

2. Gadget
Yups, gadget gak pernah ketinggalan. dimanapun dan kapanpun aku gak bisa hidup tanpa gadget. Walaupun kadang gak ada paketan. Pokok bawaannya tenang kalau bawa gadget. Walaupun terkadang berusaha untuk menjauhkan diri dari gadget. Tapi tetep pengen deket sama gadget. Gadget ini juga sepasang sama chargernya.

3. Dompet
Kalau yang ini sedikit gak bisa ketinggalan, karena ada KTM, SIM, KTP, ATM card. Terkadang aku gak naruh uang di dompet, dengan alasan supaya agak ngirit. Dompetku berwarna pink, merk milk teddy. Beli di gramedia pas aku SMK kelas 2 kayaknya. Sampai sekarang tetep pakai dompet itu. Soalnya awet dan masih baguskan. Agak kotor juga sih, karena warnanya emang cerah. 





4. Pembersih Kacamata
Aku pemakai kacamata. Iyups, aku minus. Jadi sehari-harinya aku memakai kacamata. Sempet pengen pakek softlens kayak kelas 3 smk dulu. Tapi masih pikir-pikir juga, kalau dipakai keseringan jadi ngerusak mata. Pakai kacamata tapi gak bawa pembersih kacamata kayak kurang lengkap. Terkadangkan gak tau kacamata nanti terus bersih atau nggak. Jadi buat jaga-jaga ada bawa semprotan pembersih mata. Harganya cuma 10k dan kalau disemprot itu wangi.

5. Kunci kos-kosan
Nah, ini nih yang sering ketinggalan dan rawan hilang. Pernah hilang juga, sampai gandakan lagi. Kunci kos-kosan ini jadi satu sama kunci kamarku. Sedikit cerita, kunciku pernah terbawa temanku. Untungnya kamarku pas lagi nggak aku kunci. Jadi setidaknya aku bisa masuk kamarku. Walaupun masuk dan keluar kos minta bantuan anak-anak kos.


Nah guys, itulah 5 barang yang selalu ada di tas kuliahku. Selain itu masih banyak lagi barang yang aku bawa pas kuliah. Terima kasih.

Minggu, 25 November 2018

BPN 30 Day Blog Challenge #6 : 5 fakta tentang Almas

Selamat pagi, sekarang temanya adalah tentang diri sendiri. Pemilik blog ini. Rasanya malu juga kalau kita bercerita tentang diri kita di tempat-tempat publik seperti ini. Akan tetapi aku akan berusaha untuk tidak merasa malu demi tuntasnya postingan ini. Yeay !!! jarang-jarang juga kan aku bercerita tentang diriku. So, inilah 5 fakta dari seorang almas. Simak yaaa !!!

Almas Amalia Azhar

1. Penggila Mie Ayam
Mie Ayam, dengan kuah yang manis asin pedas, sayur sawi yang cukup banyak. Wuih enak. Ya inilah kesukaanku. Sejak sekitar berusia 3 tahun (kata bapakku), aku sudah berkenalan dengan mie ayam. Setiap keluar rumah, berkeliling kota atau kemanalah. Tidak lupa mampir ke warung penjual mie ayam. Mungkin gara-gara bapakku sering makan mie ayam, jadi anaknya ketularan dan tambah suka. Anehnya aku sering pesan 2 mangkok kalo porsinya bener-bener sedikit. Nggak malu-maluin kan ya. Beberapa tahun lalu, aku juga sempat tanding dengan bapak siapa yang cepat menghabiskan mie ayam. Rewardnya memang gak ada, buat lucu-lucuan aja dan Aku pernah menang lho lawan bapakku. Meskipun aku masih kecil. Apakah kamu juga penggila Mie Ayam ?

2. Dihukum di ruangan kepala sekolah
Tepat tanggal 19 Desember tahun berapa aku lupa. Ketika aku berada di kelas 5 SD. Hari itu adalah hari jumat. Yeay aku hafal, karena hari spesial buatku. Nah, kembali ke topik. Iya aku dihukum. Alasannya kenapa ? Karena aku melanggar jam istirahat. Waktu itu istirahat pukul 09.00 - 09.30 karena hari itu jum'at jadi istirahatnya maju 30 menit dari biasanya. Tahulah ketika masih anak-anak, mainnya itu seperti apa. Saat itu aku dan teman-teman kelasku bermain untuk memerankan maling dan polisi. Beberapa jadi maling, beberapa lagi jadi polisi. Saat itu tim laki-laki jadi polisi dan tim perempuan jadi maling. Alhasil kita tim cewek berpencar terlebih dulu. Untuk bersembunyi. Area main kita ya di sekitar lahan milik tetangga sekolah kita. Kemudian beberapa menit permainan berlangsung, polisi sudah menangkap maling. Nah aku dan temanku masih aman di tempat persembunyian. Sampek beberapa belasan menit lagi berlangsung, aku menemukan si polisi datang tapi mereka tidak tahu kalau kita ada ditempat itu. Jadi dia melewati kita. Selanjutnya, kita putuskan untuk keluar. Karena kalau kita tidak menampakkan diri permainan kita tidak akan selesai-selesai. Ternyata lingkungan sekolah kita sepi, "memang jam berapa ?" kutanya. "Jam 10 lewat". "Ih beneran ?", dan kita pulang pukul 10.30. "He ayo, kita disuruh ke ruangan kepsek !!!" kata temanku sembari mencari temannya. "Mau dimarahin ?". "Kayaknya iya". Kemudian kita masuk ke ruangannya, di dalamnya banyak teman-teman kita. Tepatnya pemain maling dan polisi yang kena marah. Kesimpulannya kita harus tau waktu. Main boleh asalkan punya durasi. Ketika waktu istirahat sudah habis, kita juga harus kembali. Faktanya, kita tadi tidak mendengan Bel, kemungkinan gara-gara kita mainnya terlalu jauh. Salah satu guru ngomel-ngomel lama banget. Sampai bel tanda pulang mau berdering. Kita pun kembali ke kelas. Dan sebagai punishment kita tidak boleh lagi main ke luar area sekolah ketika istirahat.

3. Orang Tulungagung yang belum tahu daerahnya sendiri
Kurang lebih selama 5 tahun lebih 6 bulan aku meninggalkan Tulungagung. Bukan meninggalkan tepatnya merantau. Iya aku sudah menempuh jenjang SMK ku di Kota Malang. Sekarang juga sedang menempuh Sarjana di Kota Malang juga. Kalau pulang ke Tulungagung bingung mau kemana. Soalnya belum tau jalannya. "Kalau ditanya pernah lewat sini gak?" kebanyakan jawabku adalah "TIDAK" tempat yang pernah kujamah hanya itu-itu saja. Sebelum SMK aku hanya anak rumahan. Tempat bermainku juga tidak jauh-jauh juga. Explore wisata alam juga belum berani saat itu. 

4. Kebanyakan punya tas coklat
Faktanya warna favoritku bukan coklat. Tapi entah kenapa setiap aku membeli tas selalu warna coklat. Sudah keempat kalinya warna tasku coklat. Teman-temanku mengira aku suka dengan warna coklat. Faktanya bukan. Tapi kenapa kok bisa Coklat ? aku menganggap bahwa warna coklat akan menjadi kombinasi yang indah untuk kulitku. Karena aku menganggap bahwa warna coklat membuat kulitku bersih. Dan bagus aja kalau dipakai. 

5. Cewek tulen yang belum punya alat Makeup
Saat ini memang benar, aku belum punya alat makeup seperti lipstik, maskara, eyeshadow, eyeliner, blush on, foundation, highliter, dll. Walaupun aku sering streaming bagaimana caranya makeup, tapi aku belum punya itu semua. Pribadiku sendiri aku hanya punya skincare yaitu pembersih, toner, pelembab, lipbalm, masker. Kalo mau ke kampus biasanya pakai handbody, parfum, pelembab, bedak, sama liptint. Tapi guys untuk fakta ini bisa berubah. Realitanya cewek ingin mencoba hal yang berbau dengan makeup. Apalagi kalau lingkungan sekitar kita menunjang hal tersebut.


So guys, sebenarnya fakta tentang diriku masih banyak lagi. Kalau ingin lebih tahu tentang diriku bisa langsung tanya aja. Selamat berjumpa kembali. Sekian Guys.

Sabtu, 24 November 2018

BPN 30 Day Blog Challenge #5 : Awas Media Sosial Bikin Ketagihan !!!

Hallo pembaca blogku, pasti kalian juga punya sosial media kan ? Generasi Millenial jaman sekarang gak mungkin kalo gak punya sosial media. Pasti kebanyakan mereka punya. Sosial Media yang aku punya itu ada whatapss, line, instagram, facebook, twitter, ask.fm, path, youtube, dan lain sebagainya. Emang bener, sosial media sangat membantu kita dalam hal apapun. Mulai dari berkomunikasi, penyedia informasi, penyuplai humor, dan masih banyak lagi. Tetapi, perlu diingat bahwa menggunakan media sosial dengan porsi yang tidak sewajarnya juga tidak baik. Orang yang mendedikasikan dirinya untuk sosial media akan kehilangan waktunya. Waktu yang seharusnya dia lakukan untuk orang lain harus tergantikan oleh media sosial. Karena faktanya media sosial itu bikin ketagihan dan menjadikan diri kita malas untuk melakukan hal penting lainnya. Itulah fakta yang sering aku alami.

Banyak survey mengatakan hal yang sama bahwa media sosial akan menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. Media sosial juga dapat merusak otak, bagaimana ? kok bisa ? iya merusak otak dalam arti ketika kita mendapatkan informasi yang kurang benar, atau kita melihat sesuatu yang bertanda kutip negatif. Sesuatu yang negatif itulah akan membawa kita kebiasaan negatif, sehingga berdampak pada otak kita.

Media Sosial

Inilah sedikit tips yang wajib kita tanamkan untuk diri kita sebagai pengguna media sosial. Ayo simak tips berikut ini.

1. Berinteraksi dengan sesuatu yang nyata

Apabila kita sering mengakses media sosial, dan mulai nyaman dengan sesuatu yang maya. Maka sesuatu yang nyata akan mudah dilupakan. Bukan dilupakan tepatnya, tetapi porsi yang biasanya digunakan untuk berinteraksi dengan sesuatu yang nyata menjadi terkurangi. Jadi kita perlu hati - hati jangan sampai kita dijauhi sesuatu yang nyata dengan mengasyikkan diri dengan sesuatu yang maya.

2. Gunakan waktu khusus

Sehari tidak mengakses media sosial memang sangat tidak mudah, apalagi kalo full wifi and kuota internet. Yakin dah, kita tidak bisa puasa media sosial. Untuk itu, gunakan waktumu dengan efisien. Berikan waktu tersendiri untuk mengakses media sosial sepuasnya. Tanpa mengganggu waktu kegiatan lainnya. Bedakan waktu untuk serius belajar dan untuk bermain media sosial.

3. Katakan tidak untuk hal negatif

Hal negatif ini bisa berupa hujatan terhadap seseorang dan bisa menyebabkan pikiran bahwa kita berfikir seseorang tersebut jelek. Media sosial juga banyak ujaran kebencian atau kalimat yang sarat dengan nada provokasi. Jangan mudah percaya terhadap informasi, harus difikirkan terlebih dulu apakah itu benar atau tidak. Sehingga diam saja.

Begitulah sedikit tips. semoga bisa menulis lagi di entry selanjutnya dengan topik yang sama. Semangat guys !!!






Jumat, 23 November 2018

BPN 30 Day Blog Challenge #4 : Ayo Produktifkan Diri Bersama Blogger Perempuan Network

Selamat sore pembaca blogku, semakin bertambahnya usia semakin banyak pula tanggung jawab yang dibebankan. Apalagi jika bertemu dengan lingkungan baru yang mengharuskan kita untuk bekerja sama dengan mereka. Fokus yang awalnya sudah kita rancang, tidak bisa dijalankan dengan maksimal. Dengan begitu lama kelamaan prioritas kita juga berubah. Sama halnya dengan blog ini. Ketika masih ngetren nulis blog di lingkungan lamaku. Aku menjadi produktif untuk menulis. Mencari topik yang membuatku bisa memposting artikel setiap harinya. Tantangan menulis blog yang kulakukan untuk diriku perlahan berhasil dan itu tuntas.
Hidup berganti, tidak seperti di lingkungan lamaku. Di lingkungan baru mereka berfokus dengan passion mereka yang sesuai dengan bidang pendidikan yang mereka tempuh. Sehingga tak banyak orang yang menyibukkan diri dengan blog. Kebanyakan mereka bergelut dengan desain, website, aplikasi, AR, IoT, animasi, dll. Dan karena lingkungan itu aku beranjak dari blog, memilih bergabung dengan mereka. Tidak ada yang salah. Semua berproses. Tapi yang sangat disayangkan adalah menurunnya produktifitasku di dalam mengupdate konten blog.
Setelahnya aku mikirkan cara bagaimana aku bisa menjalankan keduanya. Meneruskan passion di lingkungan lamaku dan menjalankan minat di lingkungan baruku. Saat itulah aku berpikir “nyari komunitas blog ajalah” “ada nggak ya” “oh ternyata ada” sambil scrolling baca - baca juga. Bertemulah aku dengan Blogger Perempuan Network dan aku mulai stalking jumlah anggotanya. Ternyata banyak juga. Akhirnya aku memutuskan untuk daftar jadi anggotanya BPN.


Alasan lainnya kenapa aku ikutan gabung adalah untuk mengolah kata, ketika sudah terlalu lama untuk tidak menggeluti dunia blog, aku jadi lupa caranya menulis blog. Terkadang aku mampu berceloteh panjang lebar karena terbiasa. Tapi ketika mau mulai lagi itu pengolahan katanya gak sama dengan yang sebelum-sebelumnya dan mungkin itu karena tidak terbiasa. 
Keuntungan lain lagi adalah menambah pengetahuan kita tentang dunia blog. Disaat kita fokus dengan hal lain. Pasti mereka yang masih stay di dunia blog memperoleh ilmu yang banyak, selain ilmu pasti ada pengalaman juga. Lewat komunitas kita juga menambah teman yang menyukai dan ingin berkembang di hal yang sama.