Sabtu, 16 April 2016

A Story

To Someone


Hello, aku akan menceritakan suatu hal tapi jangan sampai terjadi denganmu. Cukup sebuah cerita saja dan pesan tersirat yang bisa kamu ambil.

Suatu ketika, malam hari tepatnya, teleponku berdering. Bukan berdering melainkan denting nada bbm. Cepat cepat aku mengambilnya dan mengecek siapa itu. Kubuka pesan dari salah satu seorang temanku. "Aku boleh cerita" katanya. . . "iya, cerita apa ?" dengan polosnya aku membalas.
       "aku nggak menyangka temanku melakukan itu"
"maksudnya" balasku tak paham
       "ternyata pacarku dekat banget sama temanku"
"lho kok bisa ?"
      "aku juga nggak menyangka kayak gitu, kenapa temanku tega melakukannya"
"kamu kok bisa tahu kalau mereka dekat"
     "aku udah curiga sejak awal, tapi aku biarkan begitu saja. Semakin lama semakin menjadi-jadi. Dan teman yang kuanggap dekat denganku sudah memanggil pacarku dengan sebuah panggilan sayang"
"terus kmu mau gimana sekarang sama mereka" beberapa detik kemudian, suara denting bbmku berbunyi centung.... centung ... centung ....  belasan kali, bahkan puluhan. kiriman screenshoot temanku dengan pacarnya dan temanku dengan temannya telah memenuhi obrolanku.
Ku baca satu per satu, dan aku mulai menyimpulkannya.
Salah satu analogiku yang kupikir masuk akal adalah pacarnya temanku, sebut saja bunga. Bunga bertanya ke salah satu teman pacarnya. Berhubung teman pacarnya dekat dengan pacarnya. Bunga bertanya-tanya seputar pacarnya. Kenapa bbm tak dibalas, telepon nggak diangkat. apa dia sibuk ataupun gimana. Sesering itu ia tanya kepada teman pacarnya. sebuah perasaaan baru pun muncul. dan seketikan teman makan teman itu pun terjadi. Dan itu nggak disangka.

Teman yang kamu anggap baik belum tentu dirinya baik, itu kalimat lama yang pernah kamu dengar. Dan jangan terlalu percaya kepada teman, karena tak semuanya buah anggur itu manis dan tak selamanya air itu mengalir. Inilah hidup . . .

...............
almasaml